menggagas cinta pt.2
November 2, 2009
.
.
“dan di akhir pekan ,
malaikat – malaikat kecil akan belajar terbang”
.
.
welcoming November
.
.
Menyiapkan bekal untuk akhir pekan ,
merah
kuning
dan
biru
.
.
.
.
.
.
.
.
saat akhir pekan ,
Ditemani malaikat malaikat kecil
menyapa gajah yang manis
tapir yang malas
juga
nenek moyang yang luar biasa
.
.
.
.
.
.
.
.

.
.

menanam hati yang besar
.
.
untuk harapan akan masa depan yang lebih baik
untuk temaram lampu kota di utara dan selatan
untuk anak anak yang akan di lahirkan
dan
untuk harapan
.
.
terima kasih
untuk
si pecinta hujan
.
.
“And, in the end, the love you takeIs equal to the love you make.”
McCartney
menggagas cinta
October 27, 2009
.
.
Lalu mereka akan bertanya tentang rencana perjalanan yang panjang ,
Terlalu panjang
Saya bilang
Benarkan sayang ?
.
sayangnya tidak ada yang memiliki Kaca Lopian ,
mungkin kamu punya sebagian
yang di lantunkan saat malam ,
dan dirajut lewat udara
.
mulai berhenti memaki kemarin
menghapus mendung dua belas tahun pertama
untuk langit yang lebih biru
.
dan dalam hitungan jari
tidak perlu lagi mesin waktu
juga baling baling bambu
.
.
Teruntuk Langit Jakarta
Yang merajut kata
Dan di sulam dalam hati ,
Hati yang besar
, yang besar ,
dan semakin besar
.
.
If I ever lose my faith in you
There’d be nothing left for me to do
(sting)
anak kembang api
October 27, 2009
.
Sayang , kamu suka petasan?
Yang meledak ledak
Dan sering kali menghiasi rumah kita
.
ah..
mungkin dindingnya terlalu tipis
atau
mungkin udaranya terlalu panas
sehingga sulit
mencerna indahnya
.
saat memutih ,
masih duduk di kursi yang sama
menggumamkan keroncong telomoyong
menertawakan guyonan kemarin sore
sambil
membakar petasan
.
dalam meriahnya ,
saya hanya
seorang pencinta kembang api
.
.
baiklah,
selamat pulang
.
.
.
9 Oktober 2009 ,
dalam perjalanan menuju Ibu Kota
dirumah
October 15, 2009
.
Selamat Pulang
.
.
lalu dengan bantuan tembok yang rapuh ,
porselin yang sudah pecah ,
dan kutu kutu pada kayu
mulai merekatkan kenangan
.
.

sepatu merahnya sudah pulang
.
.

pada dinding
.
.

pada kotak harapan
.
.

pada penyangga halaman
.
.

pada kehidupan
.
.

pada dipan
.
.

pada pembatas jalan
.
.

pada pagar
.
.

pada teduh
.
.

pada pekerjaan
.
.

pada masa lalu
.
.

pada diri sendiri
.
.
Lalu ,
Setiap kata kata yang terucapkan
Membentuk udara untuk dihisap
Air untuk melepas dahaga
Juga
Payung raksasa
Dan cinta
Akan mengalir sampai jauh
.
Tentu,
Dengan segala caranya …
lekas bangun
October 9, 2009

selamat datang di Indonesia
dengan koneksi internet minimum
sedikit banyak polusi
dan, yang pasti, sambungan udara yang lebih murah
juga jarak yang terlampau dekat
disana
September 23, 2009
.
.
saya tidak ingat kapan terakhir memaki langit,
mengeluhkan warnanya
dan berharap lebih biru
.
.
Lalu
pembicaraan pendek beberapa saat lampau ,
mata yang lelah dan berair dalam hitungan detik ,
juga ungkapan ketidak sukaan yang terus berputar
.
mereka bukan kucing
tahukah kamu
.
.
Kuala Lumpur
Kuala Lumpur
.
.
dan
disini
.
.
polusi
.
.
saya tidak suka
.
.
Tuhanku yang Indah,
Sekali lagi
berharap keajaibanmu
.
.
.
Day#2
September 23, 2009
.
Dear Rotterdam,..
.
.
be good Dear
i’m waiting patiently
[and September soon to be October ]
.
.
.
Say nighty-night and kiss me;
Just hold me tight and tell me you’ll miss me.
While I’m alone, blue as can be,
Dream a little dream of me
.
.
kejutan sore
September 22, 2009
.
.
kamu berubah..
dan saya bersembunyi di balik kelambu
.
memilih tidak melihat
dan juga tidak mendengar
berpikir mungkin saya akan lebih bahagia
saat tidak tahu
.
mungkin
dengan kacamata yang lain
saya terlihat abu abu di matamu
.
dan semua yang bisa di tukar dengan uang ; tersedia
dan semua yang bisa dibeli ; akan dikirimkan
.
matamu berubah
seiring intonasi suaramu
menyapa yang di atas juga di bawah
yang saya harap sama lembutnya
yang saya pikir akan sama ramahnya
.
seperti apa hidup menempamu
lalu
dengan sangat menyesal,
berapa hargamu?
.
Dan
Hidup
Berputarlah
.
.
hari raya kita
September 22, 2009
.
.
‘apa yang paling kamu inginkan di dunia ini?’
kata mereka
dan anehnya kalimat paling sakti di semesta
terdengar hambar dan mengintimidasi
.
‘lalu Roma ,.. dan menyusuri jalanan di Venezia..”
kata mereka
dan anehnya
semua tidak terdengar luar biasa
.
Dunia dalam matamu
Dan
Mataku
.
Saya,
Masih perempuan yang sama
Seperti saat pertama di lahirkan ,
Saat menginjak sekolah dasar
Dan saat keluar dari Sasana Budaya
.
Lalu,
Senyum yang bermekaran seperti bunga di Keukenhof pada musim semi ,
Ada di dapur ,
Ada di persimpangan ,
Ada di dalam pasar ikan
.
.
akan saya tukarkan Bottega Venetta di atas London Eyes
dengan lima ribu rupiah di tanganmu
.
.
percayalah ,
bukan itu
.
.
mengenang hari raya
dan ayah yang jauh
…..
September 12, 2009
.
.
.
combo hit
.
.
.
dan menunduklah
.
.