Werkudara Senja

July 20, 2010

.

.

Matahari tertawa keras berderai,
“Kok gembira sekali hari ini?”
Wajahmu yang sendu,
Berpacu dengan detak jantungku yang menunggu
Merangkai bias – bias cahaya yang jatuh
Tak tersentuh

Diam – diam kuselipkan Satu
dalam tanganmu

Kelir warna apa saja yang di pakai ,
Untuk mengecat rasa di barat sana?
Pasti bukan yang dua belas warna
Karena yang kulihat hanya jingga
Kisah seorang pujangga
Yang masyuk bersembunyi
Diantara rabun mata hatinya

Apa yang membuat bayanganmu
Begitu
Indah tertangkap retina?

Sekali lagi bias warna itu menyeka
Wajahku yang kuyu
Hanya jingga disana
Dan kudengar Ibuku berkata:
Hari sudah senja

.

.

2002

.

Teruntuk  ingatan yang sudah mengabur,

betapa kita menua

.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.