Saya sering lupa,

kamu lupa,

tetangga sebelah juga lupa.

Manusia memang pelupa. Takdir namanya.

.

Kalau sedang malas biasanya saya akan berteriak manja minta satu gelas teh manis panas,

atau semangkuk sup beraroma cendawan saat sakit yang kadang dibuat – buat.

Tapi Bapak selalu datang dengan mi rebus isi sayur,

atau roti bakar kelas dua yang dibuat tengah malam buta.

Masih bersepatu saya terus mendengar mesin jahitnya bersahut-sahutan,

lupa akan lelahnya tentu, masih sempat bertanya apa ada yang diinginkan di dapur yang pas-pasan.

.

Dan saya hanya mangap saja.

.

.

Saya ingin bisa mengembalikan hujan yang datang saat kamu berlari membeli sebotol minyak angin, atau saluran televisi yang acak-acakan.

Dan saya akan lupakan,

semua kebohongan yang pernah terkatakan

.

Penonton yang marah

August 21, 2010

Sungguh saya ingin menangkap kesempatan yang datang sebentar-sebentar,
membisikan kata-kata setan dan sejuta umpatan kasar.
Sayangnya hujan datang buru-buru, memaksa mundur kembali cepat-cepat.
Mungkin angin terlalu akrab dengan awan sehingga konspirasi tingkat tinggi terjadi sekali lagi.

Lalu saya melepaskan rumput-rumput yang dimakan banjir,
menyerah pada lumpur dan arus air.

Saya terluka sedikit.

Berharap sutradaranya datang lebih pagi sehingga saya bisa ikut masuk dalam televisi.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.