Cinta Dalam Sepotong Roti (Bakar)
August 26, 2010
Saya sering lupa,
kamu lupa,
tetangga sebelah juga lupa.
Manusia memang pelupa. Takdir namanya.
.
Kalau sedang malas biasanya saya akan berteriak manja minta satu gelas teh manis panas,
atau semangkuk sup beraroma cendawan saat sakit yang kadang dibuat – buat.
Tapi Bapak selalu datang dengan mi rebus isi sayur,
atau roti bakar kelas dua yang dibuat tengah malam buta.
Masih bersepatu saya terus mendengar mesin jahitnya bersahut-sahutan,
lupa akan lelahnya tentu, masih sempat bertanya apa ada yang diinginkan di dapur yang pas-pasan.
.
Dan saya hanya mangap saja.
.
.
Saya ingin bisa mengembalikan hujan yang datang saat kamu berlari membeli sebotol minyak angin, atau saluran televisi yang acak-acakan.
Dan saya akan lupakan,
semua kebohongan yang pernah terkatakan
.
August 27, 2010 at 1:28 pm
berkunjung
August 27, 2010 at 7:47 pm
silahkan masuk, pintunya tidak pernah ditutup
September 4, 2010 at 2:08 pm
salam kenal. bagus sekali puisimu teman, ringan tapi dalam. salam pejuang mimpi