September 24, 2010

.

Saya menitipkan harapan – harapan pada angin,

Lalu bersandar dan berjalan mengatas namakan Tuhan.

Karena Tuhan tidak pernah bohong,

dan karena Tuhan yang menghembuskan empat penjuru mata anginnya.

**

Dan dalam sebuah pertempuran,

separuh jiwa ini terserabut entah kemana

.

.

.

September 11, 2010

..

Kamu penangkap uap air

dan mengumpulkannya menjadi hujan.

.

Saya terkejut menyadari betapa kamu mencintai hujan.

Datang dan bersembunyi sebentar – sebentar tanpa takut kebasahan.

Kepada matahari mungkin merasa malu,

karenanya kau kenakan selendang biru di atas kepalamu.

Aku menggigil karena tetesan air yang sudah surut sejak semalam,

takutnya masih tersisa, sedihnya dibawa sampai tua,

tapi,

katamu hujan itu bahagia.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.