.
September 11, 2010
..
Kamu penangkap uap air
dan mengumpulkannya menjadi hujan.
.
Saya terkejut menyadari betapa kamu mencintai hujan.
Datang dan bersembunyi sebentar – sebentar tanpa takut kebasahan.
Kepada matahari mungkin merasa malu,
karenanya kau kenakan selendang biru di atas kepalamu.
Aku menggigil karena tetesan air yang sudah surut sejak semalam,
takutnya masih tersisa, sedihnya dibawa sampai tua,
tapi,
katamu hujan itu bahagia.
Advertisement
September 12, 2010 at 6:55 pm
nice… kunjungan lagi.. suka baca tulisan2 kayak gini