September 24, 2010
.
Saya menitipkan harapan – harapan pada angin,
Lalu bersandar dan berjalan mengatas namakan Tuhan.
Karena Tuhan tidak pernah bohong,
dan karena Tuhan yang menghembuskan empat penjuru mata anginnya.
**
Dan dalam sebuah pertempuran,
separuh jiwa ini terserabut entah kemana
.
.
Advertisement
November 8, 2010 at 7:29 am
cantikmu beresonansi
January 1, 2011 at 3:40 pm
opo iki, saya kudu mikir sik…
January 5, 2011 at 11:43 am
Halo salam kenal ..
bagus infonya di blognya ..
btw suka nulis artikel tentang Bandung ?
klo suka, share artikelnya di Citizen Journalism web kita yah ..
Thx
July 11, 2011 at 1:16 pm
Semoga harapan-harapan itu tak kan pernah pupus…..