Penonton yang marah

August 21, 2010

Sungguh saya ingin menangkap kesempatan yang datang sebentar-sebentar,
membisikan kata-kata setan dan sejuta umpatan kasar.
Sayangnya hujan datang buru-buru, memaksa mundur kembali cepat-cepat.
Mungkin angin terlalu akrab dengan awan sehingga konspirasi tingkat tinggi terjadi sekali lagi.

Lalu saya melepaskan rumput-rumput yang dimakan banjir,
menyerah pada lumpur dan arus air.

Saya terluka sedikit.

Berharap sutradaranya datang lebih pagi sehingga saya bisa ikut masuk dalam televisi.

Advertisements
%d bloggers like this: