.

September 11, 2010

..

Kamu penangkap uap air

dan mengumpulkannya menjadi hujan.

.

Saya terkejut menyadari betapa kamu mencintai hujan.

Datang dan bersembunyi sebentar – sebentar tanpa takut kebasahan.

Kepada matahari mungkin merasa malu,

karenanya kau kenakan selendang biru di atas kepalamu.

Aku menggigil karena tetesan air yang sudah surut sejak semalam,

takutnya masih tersisa, sedihnya dibawa sampai tua,

tapi,

katamu hujan itu bahagia.

Advertisements

One Response to “.”

  1. fraxis Says:

    nice… kunjungan lagi.. suka baca tulisan2 kayak gini


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: